Banjarmasin, koranpelita.net
Puluhan mahasiswa/i yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar unjukrasa di Depan Kantor DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (15/6/2026) siang.
Aksi massa di temui Ķetua DPRD Kalsel, H Supian HK, dan Wakil Ķetua DPRD Kalsel, H Kartoyo; HM Alpiya Rakhman, serta unsur pimpinan Komisi DPRD, diantaranya Jihan Hanifa, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah,; Mustagimah, H Maulana, H Jahrian,
Dalam aksinya massa yang di komandani, M Irfan Naufal menyampaikan empat point tuntutan pokok yaitu: 1. Menuntut pemerintah untuk segera memberhentikan realisasi program makan bergizi gratis dan koperasi merah putih
2. Mendesak pemerintah pusat segera membatalkan kenaikan bbm dan kebutuhan pokok yang mencekik perekonomian rakyat.
3. Menolak revisi UU Polri
4. Mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memprioritaskan kesejahteraan pendidikan khususnya diwilayah terpencil.
Saat orasi perwakilan M Irfan menyatakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Kalsel memandang perlu untuk
menyampaikan aspirasi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan,
Mereka juga mengecam ketidakhadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel yang tidak datang menemui mereka, yang mana dalam surat pemberitahuan aksi massa BEM sudah meminta agar legislator dapil Kalsel tersebut dihadirkan.
“Kami sangat kecewa kepada DPRD Kalsel, yang tidak bisa menghadirkan anggota DPR RI dapil Kalsel, kami tetap akan menunggu sampai malam,” teriak perwakilan massa yang disambut riuh masa aksi.
Untuk pendidikan, Waki Ķetua Komisi IV DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dihadapan massa mengatakan, DPRD Kalsel, sudah mendorong anggaran sektor pendidikan di Kalsel sudah sesuai mandatory spanding 20 persen.
Begitu juga berkait horor guru, sudah terlaksana sesuai UMP yaitu Rp 3,4 juta.
“Jadi itu sudah dilaksanakan di Kalsel, jadi tidak ada lagi gajih guru honor dibawah UMP, tegasnya.
Berkait ketidakhadiran Anggota DPR RI dapil Kalsel hari ini, pihak DPRD sudah mengirim surat undangan kepada wakil Kalsel di Senayan. Tetapi berkenan hadir atau tidaknya itu merupakan pilihan bersangkutan, karena menyangkut itikat dari yang bersangkutan.
“Kami tidak bisa memaksakan namun yang jelas kami sudah menyampaikan surat untuk bisa hadir menemui mahasiswa yang berunjukrasa siang ini. Jadi itu tinggal itikat yang bersangkutan,” kata Ķetua Bapem Perda DPRD Kalsel.
Hingga berita ini diturunkan, aksi massa terus berlangsung.
(pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual