Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel melakukan Penanganan Darurat Karhutla (foto : ist)

Tim Reaksi Cepat Relawan Tangguh PMI Kalsel Turut Aktif Lakukan Penanganan Darurat Karhutla

Banjarmasin, koranpelita.net

Tim Reaksi Cepat (Taskforce) Relawan Tangguh Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut aktif dalam penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Banua.

Dukungan PMI Kalsel tersebut dilakukan menyusul semakin meluasnya karhutla di sejumlah titik beberapa pekan tadi, di antaranya kawasan Pengayuan, Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Kebakaran tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.

“PMI Kalsel menurunkan personelnya dari Tim Reaksi Cepat secara kontinyu di lapangan untuk melakukan mitigasi dan penanganan darurat karhutla,” ujar Ketua PMI Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, kepada wartawan di Banjarmasin, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, keterlibatan PMI Kalsel dalam penanganan karhutla dilakukan setelah pihaknya mendapat undangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel untuk berkoordinasi sekaligus memberikan dukungan dalam menghadapi bencana karhutla.

“Proses penanganan darurat karhutla ini hampir berlangsung selama satu bulan,” katanya.

Untuk mendukung penanganan tersebut, PMI Kalsel mengerahkan personel secara kontinyu ke lapangan. Mereka melakukan mitigasi serta berbagai langkah pengamanan dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Selain pengerahan personel, BPBD Kalsel juga telah menyampaikan surat resmi kepada PMI Kalsel untuk meminta dukungan berupa mobil tangki dan ambulans.

“Karena itu, penanganan darurat karhutla menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk menekan tingginya angka karhutla ini,” tegasnya.

Ia berharap berbagai langkah penanganan yang dilakukan bersama tersebut dapat membantu mengendalikan dan mengatasi karhutla di Kalsel.

Dari sisi kesehatan masyarakat, PMI Kalsel juga memberikan dukungan kepada warga terdampak. Selain membagikan masker, PMI Kalsel menyediakan oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kita juga menyiapkan tempat bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dengan meminjamkan oksigen,” jelasnya.

Terkait jumlah personel yang diterjunkan, Gusti Iskandar menjelaskan bahwa penugasan dilakukan secara bergiliran. Sedikitnya enam relawan PMI diturunkan setiap hari ke lapangan.

Selain itu, terdapat 12 personel berbasis masyarakat yang dikoordinasikan PMI, sehingga total terdapat 18 orang yang terlibat dalam penanganan di lapangan.

Adapun sejumlah titik yang dinilai rawan karhutla antara lain kawasan Golf dan Pengayuan di Liang Anggang. PMI Kalsel juga mendirikan posko di beberapa lokasi untuk mendukung penanganan dan pelayanan kepada masyarakat.

Posko tersebut berada di kawasan Pengayuan, Liang Anggang, kawasan Golf, serta Posko Induk BPBD di kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel.(pik)

About Kontributor

Check Also

Wakil Rakyat di DPRD Kalsel Terima Audiensi Serikat Buruh

Banjarmasin, koranpelita.net DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Senin, (10/2/2025) siang, menerima kedatangan aksi puluhan massa …