Banjarmasin – koranpelita.net
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Suripno Sumas, menggelar Sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 1 tahun 2008 tentang pengendalian kebakaran lahan dan hutan, kepada warga Kecamatan Banjarmasin Utara, Kamis (17/9/2026).
Turut hadir narasumber Tenaga ahli gubernur Kalsel,Sugiarto Sumas dengan
Dalam paparannya, Suripno Sumas mengajak masyarakat waspada terhadap kebakaran, sebab kondisi cuaca panas sudah berlangsung beberapa bulan hingga kini.
Wakil Ketua Komisi DPRD Kalsel, ini juga mengingatkan agar tidak membakar benda atau barang yang bisa menimbulkan asap besar termasuk menjaga lahan kebun agar tidak terbakar.
”Jaga dan lindungi lahan kita agar jangan sampai terbakar karena bisa menimbulkan asap yang dapat mengganggu masyarakat,” ujar Suripno Sumas.
Sementara, Tenaga ahli gubernur Kalsel, Sugiarto Sumas yang juga hadir sebagai nara sumber mengatakan berkait masalah yang perlu menjadi kewaspadaan sekaligus informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), puncak hotspot di Kalimantan Selatan tercatat terjadi pada 1 September 2026.
Dengan adanya penanganan secara intensif, khususnya di wilayah ring 1 seperti Lianganggang, Gunung Damar, dan pekayuan, selain dilakukan pemadaman terhadap api, titik-titik api juga dilakukan perendaman untuk mencegah munculnya kembali kebakaran.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan juga mulai turun di sejumlah wilayah, antara lain Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan sekitarnya.
Kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan jumlah hotspot.
Tercatat pada 8 September 2026, jumlah hotspot mengalami penurunan yang sangat besar. Perkiraan sementara, penurunannya mencapai sekitar 80 persen dibandingkan kondisi pada 1 September 2026.
“Kita berharap, dengan upaya perendaman titik-titik api yang terus dilakukan serta mulai turunnya hujan, kondisi ini dapat semakin membaik dan potensi munculnya kembali kebakaran dapat ditekan,” katanya.
Ia menambahkan, bapak Gubernur H Muhidin, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Apresiasi terutama diberikan kepada masyarakat yang turut melakukan upaya pencegahan, tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, serta ikut membantu dalam upaya pemadaman dan penanggulangan kebakaran.
Karena itu, kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak tetap diperlukan. Masyarakat diharapkan terus menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, sehingga kondisi yang saat ini mulai membaik dapat terus dipertahankan.(pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual