Dari kanan: Ķetua TAPD Kalsel, HM Syarifuddin; Ķetua Banggar DPRD, H Supian HK,, bersama tiga Wakil Ķetua Banggar Bahas RAPBD 2027, Rabu (23/9/2026) malam (foto : hms)

Bahas RAPBD 2027, Banggar DPRD Kalsel Ingatkan Mandatori Spending, TAPD :  Pembahasan Masih Bersifat Dinamis Bisa Saja Berubah

Banjarmasin – koranpelita

Badan Anggaran (Banggar) DPRD  Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalsel, kembali membahas RAPBD tahun 2027, Rabu (23/9/2026) malam.

Rapat dipimpin Ķetua Banggar DPRD Kalsel, H Supian HK, serta tiga wakil Ketua Banggar, masing-masing, H. Kartoyo, HM Alpiya Rakhman, dan Desy Oktavia Sari, serta dihadiri Ķetua TAPD, HM Syarifuddin bersama anggotanya.

Diawal rapat, Ķetua TAPD HM Syarifuddin memaparkan postur RAPBD 2027 dengan proyeksi Pos Pendapatan senilai, Rp 8.002.880.000.000. triliun.

Pos Belanja sebesar Rp 8.602.880.000.000. triliun, dengan defisit Rp 600 miliar, dan ditutupi dengan penerimaan pembiayaan senilai Rp 700 miliar, yang mana selisih plus Rp 100 miliar, dipergunakan untuk menyokong penyertaan modal sehingga silpa nol atau berimbang.

Belanja mandatori spending, untuk persentasi anggaran Infrastruktur : 43,39% atau Rp 3.047.608.893.815 triliun. Pendidikan : 21,02% atau Rp. 1.808.088.134.235 triliun. Anggaran Pegawai : 29,11% atau Rp.2.504.237.001.386 triliun.

“Adapun besaran proyeksi angka-angka dalam RAPBD 2027 ini berdasarkan hitungan bulan berjalan hingga 7 September 2026,” kata HM Syarifuddin.

Pada sesi tanyajawab, salah satu anggota banggar dari Fraksi DPP, HM Syarifuddin, meapresiasi TAPD yang sudah bekerja keras menyajikan rincian struktur RAPBD 2027, secara lengkap.

Namun Syarifuddin juga mengungkap dan menyoroti masih ada item anggaran dana ratusan miliar yang dinilai tidak selaras dengan program kegiatan yang dibuat

“Saya meapresiasi positif kinerja TAPD yang sudah bekerja keras, tapi saya melihat masih ada dana yang alokasinya harus diperjelas lagi untuk tujuan program kegiatannya,” katanya.

Usai rapat malam itu, Ķetua Banggar DPRD Kalsel, H Supian HK mengatakan rapat pembahasan akan dilanjutkan dengan memanggil semua SKPD dan komisi-komisi guna menyelaraskan item-item program kegiatan dengan alokasi anggaran yang yang tersedia.

” Pada rapat selanjutnya kita akan panggil semua SKPD untuk membahas dan meneliti bersama agar usulan mereka  sesuai dengan alokasi anggaran kita,” terang H Supian HK

Senada, Ķetua TAPD HM Syariffudin menyatakan pembahasan akan dilakukan sesuai dengan bidang masing-masing komisi.

Setelah dibahas di komisi bersama mitra SKPD sesuai harapan dewan, nantinya akan dilanjutkan lagi dalam pembahasan komisi gabungan. Dengan begitu pembahasan bisa lebih mendalam dan tidak ada yang terlewatkan.

Disinggung kalkulasi proyeksi RAPBD 2027 masih dilimit bulan september. Artinya masih dimungkinkan ada sumbar pendapatan yang masuk hingga akhir tahun?

Ķetua TAPD yang juga Sekdaprov Kalsel ini menyatakan bahwa, tahapan pembahasan masih bersifat dinamis atau bisa saja berubah, tergantung kondisinya.

” Ya. Mudah-mudahan saja ada perubahan positif, tapi tergantung kondisinya nanti,” pungkasnya.(pik)

About Kontributor

Check Also

Gali Masukan, Pansus BBM DPRD Kalsel Kembali Bahas Bersama Pertamina dan Unsur Satgas

Banjarmasin – koranpelita.net Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi bentukan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) …