Banjarmasin, koranpelita.net
Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi berharap PT Bank Kalsel dapat mencetak dan membina eksportir muda di provinsi setempat.
Harapan tersebut disampaikan Firman Yusi dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (29/7/2026).
Rapat Komisi II dipimpin Wakil Ketua H Suripno Sumas didampingi Sekretaris H Jahrian siang itu membahas Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2027.
“Dengan bertambahnya penyertaan modal dari pemerintah provinsi sebesar Rp 200 miliar kepada Bank Kalsel, tolong tumbuhkembangkan eksportir muda Banua,” ujar Firman Yusi.
Karena, lanjutnya, dengan maju dan tumbuh kembang eksportir muda Banua akan turut menopang Bank Kalsel sebagai bank devisa.
“Mungkin melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalsel bisa membantu mencetak serta menumbuhkembangkan eksportir muda Banua,” pungkas Firman Yusi.
Sementara, Sekretaris Komisi II H Jahrian mengharapkan Bank Kalsel turut membantu pengembangan produk usaha mikro kecil menengah menjadi komoditas ekspor.
Pasalnya, lanjut H Jahrian yang juga aktif dalam dunia usaha, cukup banyak komoditas di Kalsel yang berpotensi ekspor. “Namun mungkin kurang informasi dan pembinaan,” katanya.
Sebagai contoh olahan arang tempurung atau batok kelapa pasarannya ke Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah cukup menjanjikan, tutur wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel III/Kabupaten Barito Kuala (Batola) tersebut.
“Saya iri dan kagum produk UMKM Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi komoditas ekspor. Saya kira potensi kita Kalsel untuk ekspor tidak kalah dengan NTT,” sebut Haji Jahrian.
Pada rapat Komisi II tersebut hadir Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel H Fachrudin beserta jajaran. Rapat itu juga menghadirkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Kalsel. (pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual