Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM Alpiya Rakhman (dua kanan) berdialog saat kegiatan reses (foto : hms)

Alpiya Rakhman Laksanakan Reses III Tahun 2026 di Satui, Warga : Sorot Kebakaran Lahan, Air Bersih hingga Infrastruktur Desa

Tanah Bumbu – koranpelita.net

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Alpiya Rakhman, S.E., M.M, menyerap berbagai aspirasi dan masukan yang disampaikan masyarakat Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, dalam kegiatan reses masa sidang III Tahun 2026, yang dimulai 5 November 2026.

Sejumlah persoalan mendasar menjadi perhatian, mulai dari kebakaran lahan yang berdampak terhadap kualitas udara, keterbatasan akses air bersih, pengembangan usaha perikanan, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur desa.

Kegiatan reses yang berlangsung pada 4–11 November 2026 ini diawali Alpiya di Desa Satui Barat Kamis (5/11/2026) dalam pertemuan di Kantor Desa Satui Barat  dihadiri kepala desa beserta jajaran perangkat desa dan masyarakat setempat.

Dalam dialog bersama warga, persoalan kebakaran lahan di kawasan Kilometer 171 Satui menjadi salah satu perhatian utama.

Masyarakat mengeluhkan asap dari kebakaran yang tak kunjung padam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.

Menanggapi keluhan tersebut, Alpiya menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemekab Tanah Bumbu untuk mendorong penanganan kebakaran, sekaligus meminta keterlibatan pihak perusahaan yang memiliki lahan tersebut agar persoalan segera ditangani.

Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan perluasan jaringan pipa air bersih karena masih terdapat wilayah permukiman yang belum terjangkau layanan air.

Persoalan pencemaran udara yang diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan di sekitar wilayah Satui turut menjadi perhatian masyarakat.

Alpiya mengatakan, aspirasi terkait jaringan pipa air bersih akan dikoordinasikan dengan pihak PDAM agar kebutuhan dasar masyarakat tersebut dapat memperoleh perhatian dan solusi.

Aspirasi berkait dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui usaha budidaya ikan. Warga mengharapkan adanya bantuan peralatan serta pembangunan kolam tematik untuk mendukung kegiatan usaha perikanan.

Menanggapi usulan itu, Alpiya menyatakan akan menindaklanjutinya kepada dinas terkait dan berupaya memperjuangkan dukungan melalui kementerian.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan dan legalitas lahan menjadi persyaratan penting sebelum bantuan dapat direalisasikan.

Masyarakat diminta menyiapkan proposal pengajuan serta memastikan lahan yang akan digunakan benar-benar memiliki status kepemilikan yang sah. Selain ketersediaan lahan, persoalan bibit dan pakan ikan juga perlu diperhatikan agar usaha budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di bidang perikanan dan kelautan, kelompok nelayan yang diwakili Zarkasi turut mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Nelayan (SPBM) di kawasan pesisir Satui Barat.

Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kebutuhan bahan bakar dan kelancaran aktivitas nelayan. Warga juga mengusulkan bantuan tandon air untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pada kesempatan tersebut, Alpiya turut menjelaskan perkembangan pembangunan infrastruktur di daerah pemilihannya, di antaranya pembangunan jalan Banjarbaru–Batulicin dan pembangunan Jembatan Batulicin–Kotabaru.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Usai menyerap aspirasi di Desa Satui Barat, Alpiya melanjutkan kegiatan reses ke Desa Al Kautsar, Kecamatan Satui. Dalam pertemuan bersama masyarakat, sejumlah kebutuhan pembangunan di bidang pendidikan, kebersihan lingkungan, dan infrastruktur desa kembali disampaikan.

Perwakilan guru SDN 3 Sekapuk mengusulkan pembangunan fasilitas MCK sekolah yang kondisinya masih sangat minim, serta pengadaan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan desa.

Menanggapi usulan tersebut, Alpiya menyatakan akan menyampaikannya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan program pembangunan daerah.

Sementara itu, warga RT 10 Desa Al Kautsar mengharapkan adanya penetapan zona sekolah, pembangunan siring atau penahan badan jalan, serta pengaspalan jalan desa. Usulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan akses masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas pendidikan.

Alpiya menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik di Desa Satui Barat maupun Desa Al Kautsar, akan menjadi bahan perjuangan dan perhatian DPRD untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi terkait.

Menurutnya, reses merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan dan persoalan di daerah mendapatkan perhatian dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan.

Ia menekankan, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah agar kebijakan dan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Kami akan berupaya mengoordinasikan dan memperjuangkannya kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait sesuai kewenangannya. Harapannya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat memperoleh solusi dan tindak lanjut nyata,” ujar Alpiya.

Melalui kegiatan reses tersebut, ia berharap komunikasi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah semakin kuat sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih tepat sasaran, merata, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(hms/pik)

About Kontributor

Check Also

Sosperda, Desy Dorong Peran Masyarakat dalam Mencegah Kekerasan di Lingkungan Keluarga

Kabupaten Tapin – koranpelita.net Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Desy Oktavia Sari, menggelar …