Dari kanan : Ķetua TAPD Prov Kalsel, HM Syariffudin; Ķetua Banggar D0RD Kalsel, H Supian HK; Wakil Ķetua DPRD Kalsel, H Kartoyo dan Desy Oktavia Sari, Sabtu (29/8/2026) (foto : Hms)

Tambahan APBD Perubahan 2026 Rp 408.700.368.167 Final Dibahas, Banggar Apresiasi Kinerja Bapenda

Banjarmasin, koranpelita.net

Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyepakati nilai RAPBD-Perubahan tahun 2026 untuk Pendapatan, Rp. 7.762.111.283.310.
Belanja Rp. 10. 533.545.571.717.

Kesepakatan tersebut diambil usai rapat final membahas tambahan anggaran senilai
Rp 408.700.368.167. (5,5% dari APBD murni) yang ditopang dari dominasi PAD.
berdasarkan kalkulasi hingga pada bulan Agustus 2026.

Rincian komponen tambahannya : (1). PAD Rp. 370.957.207.167. (2). Pendapatan Transfer Rp. 26.771.897.000. (3). Pendapatan lain-lain yang sah Rp.10.971.264.000.

Sebelumnya, rapat finalisasi Sabtu (29/8/2026) malam dipimpin Ķetua Banggar, H Supian, HK didampingi Wakil Ķetua DPRD Kalsel, H Kartoyo dan Desy Oktavia Sari, serta dihadiri sejumlah anggota banggar lainnya.

HM Syariffudin, selaku Ketua TAPD Provinsi Kalsel, menyampaikan postur RAPBD- Perubahan dengan rincian yang tertuang dalam bagan :

Anggota Banggar dari Fraksi Golkar, H Gusti. Iskandar Sukma Alamsyah, usai mendengarkan paparan, menyatakan apresiasi kepada TAPD, khususnya pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang dinilai mampu mengkatrol sisi pendapatan hingga target yang dipatok tercapai dan bisa menopang program kegiatan.

“Tadinya saya khawatir apakah Bapenda bisa mencapai target menaikan pendapatan mengingat kondisi ekonomi sekarang. Tapi ternyata bisa. Jadi kami apresiasi kinerjanya,” kata Gusti Iskandar.

Namun begitu, Ķetua Bapemperda dan Wakil Ķetua Komisi IV ini, mengingatkan agar TAPD mempertimbangkan kembali untuk alokasi biaya tak terduga (BTT), mengingat kondisi cuaca alam yang kemarau dan berpotensi kekeringan serta kabut asap yang melanda tentunya perlu perhatian khususnya ketersediaan anggaranya.

Dari kanan : Anggota Banggar, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah; Sarwani, dan Adrizal.

Anggota Banggar dari, Fraksi Nasdem, Sarwani, mempertanyakan soal transfer yang didalamnya terdapat DBH.

Selain itu ia juga menyarankan agar pada APBD perubahan ini, TAPD bersama SKPD untuk melakukan kroscek dan penyelarasan program kegiatan yang dilakukan SKPD dengan RPJMD dan visi misi kepala daerah.

Rapat pembahasan berjalan tak terlalu lama, kerena dimungkin sudah ada koordinasi intens antara kedua belah pihak, sehingga pimpinan rapat pun menyampaikan jadwal untuk rapat paripurna RAPBD Perubahan pada Selasa 1 September 2026.

Usai rapat, Ķetua Banggar DPRD Kalsel, H Supian HK mengatakan rapat berjalan lancar, karena tak ada hal krusial yang dibahas dan kedua tim punya persepsi yang sama untuk kelancaran membangun.

“Dari eksekutif sudah menyampaikan, dan anggota banggar juga sudah memahami, jari sudah terurai, tidak ada benang kusutnya,” ujar Supian HK dengan nada berkelekar.

Senada Ķetua TAPD, HM Syariffudin, menambahkan, apa yang sudah disampaikan kepada badan anggaran sudah dapat dipahami, sehingga antara TAPD dan banggar sudah klop.(pik)

About Kontributor

Check Also

DPRD Kalsel Terima Aspirasi BEM Soal Penanggulangan Karhutla Hingga Kelangkaan BBM

Banjarmasin, koranpelita.net Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan mendesak pemerintah segera mengatasi kebakaran hutan …