Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Dr. (Cand) H. Syarifuddin, S.E., M.A.P (kiri) didampingi Kabag Perundangan Setwan Kalsel, HM Andri Yuzhar (dua kiri) saat memberikan paparan kepada Mahasiswa Uniska Banjarmasin (foto : hms)

Jadi Narsum, Bang Dhin Bekali Mahasiswa Uniska MAB Pemahaman Manajemen Konflik dan Kepemimpinan

Banjarmasin, koranpelita.net

Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) membidangi Hukum dan Pemerintahan Dr. (Cand) H. Syarifuddin, S.E., M.A.P, memberikan pembekalan materi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) saat beraudiensi ke DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (8/4/2026).

Selaku nara sumber utama, politisi yang akrab disapa Bang Dhin ini membagikan pengalaman dan wawasannya terkait manajemen konflik dalam organisasi, khususnya di lingkungan pemerintahan.

Banh Dhin memaparkan materi secara komunikatif dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh para mahasiswa.

Bang Dhin menjelaskan bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi.

Namun, konflik tidak selalu harus dihindari, melainkan perlu dikelola secara tepat agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan dalam setiap proses penyelesaian persoalan.

“Tanpa perencanaan yang matang, organisasi akan kesulitan menentukan arah dan solusi terbaik dalam menghadapi konflik yang terjadi,” terangnya.

Selain itu, Bang Dhin turut memperkenalkan kepada mahasiswa tiga fungsi utama DPRD, yakni fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap fungsi tersebut penting agar mahasiswa mengetahui peran strategis DPRD dalam sistem pemerintahan daerah.

Tak hanya itu, ia juga memberikan pemahaman mengenai pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. Hal ini dinilai penting agar mahasiswa mampu memahami bahwa tidak semua persoalan masyarakat menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Lebih jauh, Bang Dhin menekankan peran penting seorang pemimpin dalam mengelola konflik. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi, termasuk konflik internal dalam organisasi yang dipimpinnya.

“Mahasiswa tadi meminta materi tentang manajemen konflik. Saya sampaikan mulai dari bagaimana kita merencanakan, mengelola, sampai ke tahap eksekusi dalam menghadapi konflik,” kata Bang Dhin usai kegiatan.(hms/pik)

 

About Kontributor

Check Also

Kelompok 10 Fakultas Kesmas Uniska Survei di RT 7 Desa Danda Jaya Batola, Timba Pengalaman Belajar Lapangan

Barito Kuala, koranpelita.net. Sejumlah mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB yang tergabung …