Puntik Batola – koranpelita.net
Warga RT 8 RW 3 Desa Mandastana, Kelurahan Putik Luar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah kabupaten, berkait dampak kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang kini terus merembet hingga disamping rumah tinggal mereka.
Kabut asap tebal yang hingga kini terus menyelimuti rumah-rumah tinggal warga sekitar, dinilai sudah sangat menggangu kesehatan dan meresahkan kehidupan warga setempat.
Sementara, hingga kini belum ada uluran bantuan dari pemerintah setempat.
“Kami harap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah kabupaten untuk menyokong pemadaman lahan yang terbakar disekitar pemukiman kami,” ujar salah satu warga, Ahmad Barkati, saat awak media ini melakukan pantauan dilapangan, Minggu (11/10/2026) siang.
Menurutnya, sejak mulai masifnya serangan kabut asap ini, belum ada bantuan dari pemerintah setempat.

Namun bantuan penyemprotan pemadaman api sesekali hanya datang dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tertentu, meskipun sangat minim dan terbatas.
Bapak dari dua anak ini menyebutkan, sumber air dilingkungan mereka juga terbatas karena banyak sumur yang kering.
Sehingga sulit untuk melakukan pemadaman Setiap hari.
Sehingga dikhawatirkan, jika tak ada perhatian dan penanggulangan yang memadai dari pemerintah, maka bukan lagi kebakaran lahan, tapi rumah-rumah warga pun juga ikut terbakar, seperti yang sudah terjadi pada salah satu rumah warga yang tak berjauhan dengan rumah tinggalnya.
Ahmad Barkati berharap, kondisi ini agar menjadi perhatian khususnya pemerintah kabupaten. Sebab, jika tak ada tindakan penanganan serius khususnya Kartutla yang titik apinya ada dibawah rumah tinggal warga, maka diperkirakan puluhan rumah warga disini bakal ikut terbakar, dan ini tentunya bisa menjadi bencana yang lebih besar bagi warga.
“Sekali lagi kami berharap kepada pemerintah kabupaten maupun DPRD kabupaten agar lebih memperhatikannya,” pungkas Ahmad Barkati (pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual