Banjarmasin, koranpelita.net
Bank Kalsel memastikan kesiapan operasional layanan perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Adapun untuk operasional layanan Bank Kalsel akan tutup sementara pada periode 18 hingga 24 Maret 2026 sehubungan dengan libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Mengingat periode lebaran merupakan salah satu momen dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi setiap tahunnya, untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tersebut, Bank Kalsel telah melakukan berbagai langkah penguatan, khususnya pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah.
Langkah dilakukan antara lain melalui preventive maintenance mesin ATM, termasuk pembersihan dan pengecekan serta pemeriksaan perangkat secara berkala.
Bank Kalsel juga menyiapkan petugas, guna memastikan kelancaran operasional dan penanganan gangguan teknis pada mesin ATM selama periode Ramadan dan libur Lebaran.
Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel telah melakukan proyeksi arus kas guna memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode tersebut, berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.
Sementara itu, total proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun, yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, antara lain penyediaan likuiditas transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran THR ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.
Per tanggal 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM, sehingga dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.
Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi menjelang hari raya, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi menjelang Idul Fitri, seperti phishing melalui tautan palsu, penipuan undian hadiah, maupun permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Bank Kalsel menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial.
Lebih lanjut, Fachrudin juga menyampaikan bahwa Bank Kalsel berkomitmen untuk memastikan kelancaran seluruh layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi peningkatan aktivitas transaksi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap muncul menjelang momentum hari raya.
“Kami memahami bahwa menjelang Idul Fitri aktivitas transaksi masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif baik dari sisi kesiapan operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, maupun ketersediaan likuiditas agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan lancar selama periode Ramadan hingga libur Lebaran,” tambah Fachrudin.
Melalui berbagai langkah kesiapan tersebut, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat, sekaligus menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2025.(pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual