Banjarmasin, koranpelita.net
Berkait koordinasi dan percepatan Bendung Riam Kiwa yang disarankan sejumlah anggota DPRD pada rapat pembahasan mencari solusi penanggulangan Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS ) Wilayah Kalimantan III, Banjarmasin, Dedy Supriyadi ST MT, menyatakan siap.
Ia mengakui solusi penanganan banjir memang harus melibatkan lintas sektor atau instansi, guna kelancarannya, salah satunya bendungan Riam Kiwa.
“Tadi disela rapat saya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas PU Provinsi, bahwa kami butuh pembebasan lahan disekitar Riam Kiwa. Jadi kami butuh percepatan,” ujar Dedi usai rapat, di DPRD Kalsel, Kamis (22/1/2026) siang.
Karena lanjut Dedi, Riam Kiwa ini dapat dapat menampung air sebanyak 90 juta meter kubik.
Adapun fungsi dan sirkulasi bendungan tersebut yaitu, saat air tinggi, air akan dilepas secara perlahan. Saat akan hujan lebat bendungan dikosongkan dan ditampung. Sebaliknya saat air penuh dan cuaca memungkinkan maka air akan dilepas perlahan. ” Jadi ketika terjadi hujan lebat Insya Allah tidak terjadi seperti di sungai Tabuk kemarin,” terangnya.
Disinggung target penyelesaian Riam Kiwa, Dedi menyatakan ia sudah mulai melakukan koordinasi intens, baik bersama anggota komisi III DPRD Kalsel, Dinas PU, maupun terkait lainya, seteruskan untuk menyampaikan kepada gubernur.
Adapun untuk aksi jangka pendek, BWS sudah melakukan normalisasi beberapa sungai, dengan cara mengeruk.
Namun pengerukan dilakukan pada sungai-sungai sedang yang arealnya aman dari pemukiman warga, karena kalo ada pemukiman saat diambil lumpurnya, maka dikhawatirkan akan terjadi longsor
“Jadi kami sudah normalisasi sungai dibeberapa titik yang aman,” kata dia.
Beberapa titik sungai, seperti di Pamurus dan depan Kodim di Kota Banjarmasin, juga Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, sebelumnya sudah dilakukan pembersihan sampah-sampah berat sebelum air meluber.
“Kami kan punya titik-titik kontrol dan sudah paham begitu air naik atu rendah kami sudah dapat memprediksi kemana arah genangan air,” pungkasnya.(pik)
www.koranpelita.net Lugas dan Faktual